Minggu, Februari 03, 2013


      Tetaplah Tenang 
Roma 8:31-39
Siapakah yang memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan atau kelaparan atau ketelanjangan atau bahaya atau pedang?
Perbedaan orang percaya dengan orang yang tidak percaya Nampak saat menghadapi masalah. Orang yang percaya Kristus tetap mampu menjadi berkat walau saat mengalami masalah, sebaliknya orang yg tidak percaya jatuh dan tergeletak!!! Dalam nats diatas, Paulus mengatakan kasih Kristus itu memampukan setiap orang tetap tegar walau masalahnya berat, tetap bersinar walau lingkungan sekitarnya gelap, dan tetap teguh walau hati tersayat sembilu dan tetap maju walau badai semakin menderu. 
Berbicara mengenai penderitaan karena Kristus, Paulus lah teladannya. Sejak dia mengambil keputusan mengikut Tuhan Yesus, seluruh hidupnya seakan  sebuah rangkaian penderitaan. (2 kor 11: 22-29) Namun walau demikian, Paulus tidak mundur, tak sedikitpun ia gentar dan berpikir ulang. Paulus terus mmberi diri jadi berkat utk dunia bahkan seakan berlari memenuhi target  yg ditentukan Tuhan. Komitmen Paulus yg siap menjalani Proses Tuhan, membuatnya diurapi dengan dahsyat dan dipake Tuhan luar biasa.
Saat ini banyak Orang Kristen ingin dipake Tuhan dengan heran tetapi tidak mau mengikuti proses Tuhan. Mereka ingin hebat, diurapi dan melakukan mujizat tetapi tidak mau dibentuk Tuhan.   
Melalui Nats hari ini, Tuhan Yesus Kristus mengingatkan kita: Tak ada orang yg pernah sampai puncak tanpa melalui tahap demi tahap kehidupan. Dan setiap orang yg melalui tahapan tersebut pasti menjadi pribadi yang hebat dan tahan uji karena sudah mengalami perjuangan yg berat, medan yg sulit serta perasaan yang pahit. 
Kenapa Paulus mampu dan rela jadi berkat? Karena dia sungguh-sungguh telah merasakan kasih Kristus. Dari Paulus kita dapat menemukan bahwa kasih Kristus itu menyelamatkan, kasih Kristus itu  mengandung kuasa, kasih Kristus itu diatas segalanya, tidak ada kekuatan yang dapat membatasinya, haleluyah!!!! 
Tiap-tiap orang mempunyai penderitaannya sendiri. Ada yang menderita karena cta-citanya kandas, menderita karena usahanya hancur dan karena merasa masa depannya suram atau merasa dilupakan orang. Namun sebagai orang percaya kita hrs menerima semua sebagai sebuah tahapan sekaligus proses utk mencapai puncak.  Panggilan kita sebagai org percaya ialah supaya mejadi  seperti Kristus. Jika Kristus saja mengalami banyak penderitaan bukankah kita juga harus siap menghadapi penderitaan? (Filp 1:29) Kita dipanggil menjadi teladan disetiap waktu dan disegala keadaan. Dan Setiap orang Kristen harus menyadari bahwa penderitaan yg sedang dialami dapat dipakai Tuhan menjadi kesaksian. Dengan bersikap positif saat mengalami penderitaan, kualitas iman kita kelihatan. Tetapi sebaliknya kalau kita langsung tersinggung saat kita merasa disepelekan, iman kita tak beda dengan orang kebanyakan. Jadi siapakah yang sanggup memisahkan kita dari kasih Kristus? Jawabannya: Tidak ada !!!! Kecuali diri kita sendiri....Amin 
(doaku menyertai saudara, Pdt Haposan R Hutapea STh, MA)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar