Sabtu, Juni 01, 2013

Sehat, Menang dan Bahagia
Amsal 30:17-33
Bila engkau menyombongkan diri tanpa atau dengan berpikir, tekapkanlah tangan pada mulut! (ayat 32)
“Jangan anggap enteng”, demikianlah ungkapan yg sering kita dengarkan dalam sebuah kompetisi olahraga. Sikap pandang enteng atau pandang remeh merupakan sebuah sifat yg berbahaya. Jatuh  atau kalahnya  seseorang seringkali dimulai dari sifat tersebut. Anggap enteng itu identic dengan sombong. Sombong membuat seseorang kehilangan kewaspadaan serta lupa diri. Kesombong dapat membawa seseorang kepada sikap egosentris. Cenderung membenarkan diri dan menyalahkan orang lain. Mengagungkan diri dan merendahkan yang lain.  Tidak mau mendengar, tetapi ingin didengarkan. Tidak mau disalahkan tetapi selalu menyalahkan. Dia ‘berpikir’ seperti ayam jago: ‘Matahari tidak akan terbit kalau ia tidak berkokok’. Orang Kristen dirancang hidup rendah hati, rela berkorban dan menghargai orang lain (Filp 2:3-7).
Dalam nats di atas dikatakan tentang tiga binatang yang gagah langkahnya yang juga menjadi lambang manusia-manusia yang hidup tidak sesuai dengan rencana Allah, yakni: Singa dengan taring dan tulang-tulang yang kokoh. Ayam jago dengan suara dan kepak sayapnya yang seakan tak ada tanding. Serta kambing jantan yg sombong karena tanduk nya yg kuat tetapi dungu dan keras kepala.
Salah satu sifat manusia yang sangat Tuhan benci adalah kesombongan. Orang yang sombong adalah orang yang memberontak kepada Tuhan seperti iblis yang lupa diri dan ingin mengatasi status Allah sebagai yang Maha Kuasa (Yesaya 14:12-19). Intinya sifat sombong itu menghancurkan dan mempermalukan diri sendiri. Raja Saul merupakan contoh yang sangat jelas bagi kita tentang dampak kesombongan dan hukuman yang ditimbulkannya. Oleh sebab itu kita perlu waspada, supaya sifat yang demikian tidak menjadi ciri khas kita, melainkan menjadi orang yang selalu bergantung kepada Allah. Sikap seperti itu pasti membuat hidup kita memiliki kualitas hidup impian. Tuhan Yesus Kristus memberi contoh yg jelas melalui kisah orang Farisi dan pemungut cukai. Orang farisi yg merasa diri suci berdoa dalam kesombongan, ditolak oleh Tuhan. Sementara pemungut cukai yg menyadari diri sebagai orang yg berlimpah kejahatan berdoa dengan hati yang hancur, dikenan Tuhan. Artinya, untuk orang Sombong  tangan Tuhan ter acung menimpakan hukum, sebaliknya untuk orang yang rendah hati tangan Tuhan terkedang mencurahkan berkat dan pengampunan. Haleluyah!!! Hal itu nampaknya juga dalam seluruh kehidupan Yesus Kristus:  DIA yang mempunyai segala sesuatu dan yg telah menunjukkan perbuatan besar untuk manusia tidak pernah sombong kepada manusia, melainkan merendahkan diri-Nya. Yesus Kristus rela mendamaikan diriNya yang Maha benar demi kita umat manusia yang maha jahat.

Sebagai orang yg percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, apapun yang kita miliki, apakah itu kekuasaan seperti singa, atau kemuliaan seperti ayam jago atau kekuatan seperti kambing jantan, rendah hatilah selalu. Tuhan merancang kita seperti bintang yg bersinar cemerlang didalam ketinggian. Namun sebaliknya DIA Menghendaki kita menundukkan diri seperti padi yg berbulir penuh atau seperti ranting yg berlimpah buah ranum. Itulah salah satu rahasia utama hidup yang sehat, menang dan bahagia, Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar