Senin, Agustus 05, 2013

TEGAS TETAPI TULUS
(Matius 3:1-12)
Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan (8)
Yohanes pembaptis adalah seorang nabi besar, bahkan oleh Tuhan Yesus disebutkan sebagai nabi terahkir sekaligus yang terbesar (Mat. 11:11). Nabi yang lahir pada tahun 7SM dan mulai melayani pada usia 27 tahun menerima panggilan khusus untuk mempersiapkan jalan untuk Yesus Kristus (Mat. 3:3; 11:10). Selain itu Yohanes Pembaptis juga merupakan seorang nabi yang sangat berani. Khotbah tentang pertobatan adalah berita yang diwartakannya. Terhadap orang Israel dia berkata : “Bertobatlah, sebab kerajaan sorga sudah dekat”. Orang farisi dan orang saduki ia sebut, “keturunan ular beludak.” Bahkan raja Herodes disebut “si serigala”.  Luarbiasa!!!
Yohanes Pembaptis merupakan seorang hamba Tuhan yang tidak komproni terhadap dosa dan kejahatan. Perkataannya tegas dan keras, namun semuanya dia ucapkan untuk tujuan luhur dan kekal yakni supaya anugerah Allah yg sedang dicurahkan diterima oleh bangsanya. Kasihnya yang besar terhadap bangsanya itulah yang memampukannya berkata-kata dengan tegas terhadap dosa dan kebodohan. Dan sungguh mengagumkan, padang gurun yang sepi menjadi ramai dipenuhi oleh umat yang mendengarkan kotbahnya. Mendengar kotbah yang tegas lugas orang Yahudi banyak yang taat, membuka hati kemudian bertobat. Berbeda dengan Orang Kristen, saat dosanya tertemplak oleh Rohkudus justeru marah, kumat dan hilang dari gereja. Dari pada tobat, orang Kristen marah kepada pak pendeta. Walau mereka menyadari kelemahannya dan Nuraninya tergedor Sang Ilahi serta hatinya berkata “amin” terhadap firman yg dikumandangkan, namun sayang rasa malu  karena merasa kelemahannya diketahui orang lebih dominan menguasai dirinya. Dari pada bertobat, mereka justeru mengeraskan hati. Mereka lupa, Roh kuduslah yang berbicara. Rohkudus itulah yang memberi ilham kepada hambaNya sehingga disampaikan. Allah itu Maha Tahu, termasuk mengetahui hal-hal yang paling ditutup-tutupi oleh manusia (Maz 139:7-12). Orang Kristen rindu dipenuhi Rohkudus dan melakukan berbagai syarat agama utk dipenuhi Rohkudus, tetapi ketika Rohkudus ingin menyatakan Diri lebih dahsyat, orang Kristen justeru menolaknya, kasihan!!! 
Orang Kristen zaman sekarang sangat senang kalau berbicara tentang berkat Tuhan. Tertawa kalau mendengar penghiburan dari Tuhan serta  bersukacita kalau Tuhan menjawab doa yang dimohonkan. Orang Kristen berkata “Haleluyah” atas keperkasaan Allah dan menyerukan “Amin” atas jaminan keselamatan yg dimiliki, tetapi kita orang Kristen sering lupa, bahwa semua janji dan kemurahan Allah, hanya dapat dinikmati kalau hidup dalam pertobatan yang terus menerus.
Anugerah keselamatan sudah disediakan, namun hal itu harus diresfon dengan pertobatan. Status kita sebagai umat Tuhan sudah dimeteraikan, namun perubahan karakter harus dibuktikan. Roh kudus sudah dicurahkan, namun buah roh sebagai tanda dipenuhi rohkudus, mutlak ditunjukkan. Iman tanpa perbuatan adalah mati, ibadah sebatas eforia usang tanpa makna.  Itulah sebabnya Yohanes Pembaptis berkata: “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan”. 
Bagi Yohanes Pembaptis hidup adalah sebuah perjuangan yang harus dituntaskan, sekaligus sebuah anugerah yang harus disyukuri dan diapresiasi. Integritas diri adalah bukti iman dan teguran adalah bukti kasih dan keperdulian. Persahabatan tidak boleh melegitimasi kemunafikan. Tegas sekaligus tulus merupakan identitas murni yang selalu harus dilestarikan. Bagaimana dengan anda? Amin.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar