Minggu, Juli 31, 2016

KASIH YANG AGUNG

(2 Kor 5:14-21)
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatnya menjadi dosa karena kita,  supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. ( ay 21)
Kasih Allah itu adalah kasih yang Agung! Kasih yang tak ber-awal dan tak ber-ujung. Lebar, panjang, tinggi dan dalamnya tak terukur, melampaui segala pengetahuan. Dasarnya tak terselami dan Motivasinya Maha luhur tak tertandingi, haleluyah. Kasih Allah yg Agung itu dapat diibaratkan seperti tindakan mulia seseorang dari status social dan financil yang lebih tinggi kepada orang yang tidak layak menerima perbuatan mulia tersebut (Roma  5:6)
Kasih Allah yang agung itu kita rayakan secara khusus dihari Jumat Agung. Dihari itu kita dipanggil berteduh diri guna menghayati makna kasih Allah sekaligus menguji sudah sejauh mana kita menghargai kasih Allah tersebut saat berinteraksi dengan sesama dan saat memenuhi panggilan Allah dalam kehidupan sehari-hari. Dihari itu bahkan disepanjang minggu-minggu sengsara semua umat Tuhan dibimbing untuk menghayati  karya Yesus Kristus yang fenomenal. Tujuannya ialah, supaya umat menyadari bahwa Yesus Kristus telah memberikan diriNya disalibkan sebagai korban pendamaian. Artinya, yang harus disalibkan sebenarnya adalah kita. Tetapi oleh kasih-Nya yang agung, Yesus Kristus disalibkan ganti kita. Sehingga dari atas kayu salib diatas bukit Golgota terdengar seruan Yesus Kristus yang sarat makna: “sudah selesai!!!”.
Apakah artinya sudah selesai dan apa saja yang sudah selesai tersebut? Dosa membuat manusia menjadi seteru Tuhan dan harus menerima hukuman maut. Tetapi oleh kasih Allah yang agung tersebut, penghakiman Allah yang dahsyat untuk manusia digantikan oleh Yesus Kristus. Artinya oleh kasih Allah yg Agung dosa kita dituntaskan dan tidak lagi diperhitungkan sebagai kesalahan melainkan dibenarkan. Yesus disalibkan, kita dibebaskan, haleluyah...sudah selesai! Ada beberapa kebenaran yang kita temukan disini, yaitu:
1. Didalam kasih agung tersebut kita menemukan kabar baik. Kabar baik yang dinantikan manusia sepanjang abad. Sekaligus kabar  yg menempelak semua manusia. karena kabar baik  itu berlawanan dengan keangkuhan manusia. Melalui karya Yesus, semua manusia  mengakui, bahwa idealisme, moralitas bahkan syarat agama yang bagaimanapun baiknya tidak dapat menolong manusia. Semuanya bagaikan kain kotor yang menjijikkan dihadapan Tuhan (Yesaya 64:6)
2. Didalam Kasih Agung tersebut kita menemukan, bahwa Allah yang harusnya mendakwa dan menghukum manusia justeru membenarkan kita. Itulah untung kita..........., Puji Tuhan. 
3. Kasih agung itu menjadi jalan buat kita untuk menikmati hidup baru. Sebab melalui pengakuan dosa dan pertobatan serta perpalingan kita kepada Tuhan, yang lama sudah berlalu dan yg baru sudah datang, haleluya (2 kor 5:17; Yoh 3”3-5) Sebuah perubahan yg konkrit melalui perpaduan antara karya Roh kudus  dan respon manusia yg membuka hatinya. Indikatornya ialah pembaharuan, menunjukkan buah roh dan berbuah jiwa-jiwa. Hidup baru orang Kristen didapat melalui anugerah dan pertobatan. Bukan karena usaha manusia semata. 
Kalau ada kasih yg Agung berarti ada kasih yg biasa. Kasih yg biasa itu dapat kita lihat melalui kasus-kasus yg terjadi disekitar kita. Seorang ibu membuang bayi yg dilahirkannya atau seorang ayah melupakan anaknya bahkan memperkosa anak perempuannya. Bahkan di dalam persekutuan gereja sering terjadi  hubungan yang dulunya hangat berubah menjadi hambar. Semua terjadi karena hubungan-hubungan tersebut dibangun diatas dasar kasih yang biasa. Kasih yg biasa mudah tawar, hambar. Tetapi kasih yang Agung, tak goyah oleh apapun. Itulah sebabnya Semua hubungan antar sesama harus dibangun diatas kasih Allah yg Agung.  Melalui Kasih Allah yg agung itu kita diselamatkan supaya kita menyelamatkan orang lain. Oleh  kasih Allah yg agung itu kita mengulurkan tangan membantu orang lain. Di dalam kasih Allah yang agung tersebut, kita membangun persekutuan dengan orang lain. 
Itulah tandanya bahwa kita menghargai kasih Allah yg agung itu, Amin (doaku menyertai saudara, Pdt. Haposan Hutapea STh, MA)